"Kesolehan Keluarga Menjadi Penentu Bagi Tegaknya Suatu Bangsa Yang Aman, Makmur dan Sejahtera"
Sabtu, 17 Juni 2017
Sketsa Penari Caci
Tarian Caci...
tarian ini merupakan media bagi para laki-laki Manggarai dalam membuktikan kejantanan mereka, baik dari segi keberanian maupun ketangkasan. Walaupun terkandung ada unsur kekerasan, kesenian ini memiliki pesan damai di dalamnya seperti semangat sportivitas, saling menghormati, dan diselesaikan tanpa dendam diantara mereka. hal inilah yang menunjukan bahwa mereka memiliki semangat dan jiwa kepahlawanan di dalam diri mereka...
PENARI CACI "Lelaki seksi yang tidak menyimpan dendam"
Semoga tarian Caci tetap lestari..
Minggu, 26 Februari 2017
Wajahmu Dalam Lukisanku
Bagiku melukis adalah kegiatan yang menyenangkan. Melalui kegiatan ini
kita dapat mengekspresikan kreativitas kita. Selain itu, melukis juga tidak
mahal. Hanya dengan pensil dan selembar kertas kita dapat membuat sebuah karya
seni dari melukis. Karena melukis merupakan kegiatan yang mudah untuk
dilakukan, maka banyak orang yang mengisi waktu luangnya dengan melukis.
Seseorang yang pertama kali mengajari saya melukis adalah bapak. Beliau
bukan seorang pelukis handal, sekedar untuk membantuku mengerjakan sebuah PR
saat duduk di bangku SD. Masih segar dalam ingatanku gambar Gereja
Katedral Ruteng. Dari caranya memainkan pensil di atas kertas
menunjukan bahwa bapakku memikili bakat melukis. Saya yakin bila bakat
tersebut terus dikembangkan sudah pasti bapak dapat menjadi seorang
pelukis terkenal. 😍😍😍
Sejak pandai melukis bukan hanya buku gambar yang menjadi sasaran
corat coret saya, juga setiap buku tulis pasti ada gambar di dalamnya. Saya
ingat, waktu kecil suka melukis pemandangan sawah berlatar belakang
gunung, lengkap dengan pondok, sungai, semak dan pohon-pohon. Juga gambar
pemandangan di tepi laut dengan perahu yang sedang berlayar.
Menyadari bakat yang saya miliki, setiap tahun di hari ulang
tahun selalu ada kado buku gambar dan satu set spidol beraneka
warna. Bagi saya kado tersebut merupakan kado paling
istimewa. Hari-hariku menjadi sangat menyenangkan karena hobi didukung
orang tua.
Selain bapak, guru melukis yang sangat saya idolakan
adalah pak Tino Sidin. Tak pernah kulewatkan acara pak Tino Sidin di
TVRI.
Masuk SMP hingga SMA perlahan-lahan kebiasaan melukis
meredup. Aktivitas melukis hanya saat jenuh atau ngantuk di kelas.
Dan sasarannya lembaran terakhir buku tulis, kucorat-coret sesuka hati,
ada berbagai macam lukisan pemandangan, manusia atau binatang.
Gairah melukis kembali bangkit ketika hijrah ke
Yogya. Yogya merupakan salah satu surga bagi para seniman dan penikmat seni. Di sela
kesibukan saya sempat kembangkan bakat dengan mengikuti kursus singkat pada
seorang sahabat. Namun sayang cuma sebentar karena rutinitas kampus yang tidak dapat ditinggalkan.
Saat ini melukis hanya untuk mengisi waktu luang. Kebahagiaan
terbesar dalam hidupku adalah si bungsu Astri (Regina Patrisia Stefan) memiliki
hobi seperti saya. Bila melihat hasil karya tangannya Astri akan lebih baik
dari saya. Bahkan Astri pernah mengikuti beberapa perlombaan sejak masih
TK. Kejuaraan yang telah diraihnya antara lain Juara I lomba menggambar
kelompok TK Tingkat Kabupaten Manggarai, Jura III lomba menggambar
kelompok TK Tingkat Propinsi NTT, Juara I lomba menggambar yang
diselenggarakan oleh SLB Karya Murni serta Juara I lomba menggambar yang
diselenggarakan oleh BRI Cabang Ruteng.
Bila anak anda ada yang pandai melukis, biarkan bakat itu terus
dikembangkan, lengkapi fasilitas yang diperlukan. Karena melukis memiliki banyak manfaat :
1.
Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
Melukis membantu kita untuk
berkomunikasi secara berbeda melalui bahasa personal. Ini merupakan manfaat
yang baik bagi orang-orang yang memiliki permasalahan dalam berkomunikasi
ataupun dalam mengekspresikan diri sendiri, seperti autisme, disabilitas
dan lainnya.
2. Sarana
Terapi
Melukis adalah kegiatan
individu baik di dalam ruangan maupun luar ruangan. Melalui kegiatan ini
seseorang dapat membuat dunia sesuai dengan keinginannya dimana segalanya
menjadi mungkin. Stimulus dari otak kreatif akan membawa seseorang ke suatu
tempat yang positif di luar dunia realitas, yang memberikan kenyaman,
menumbuhkan perasaan menyenangkan, dan sebagainya. Hal ini dikhususkan bagi
orang-orang yang mengalami kondisi kegelisahan dan agresi.
3.
Menghilangkan stress
Meskipun manfaat utama dari
melukis melibatkan aspek emosional seseorang. Tetapi, banyak orang yang melukis
untuk menghilangkan stress. Tekanan dalam kehidupan juga dapat
membuat kita lelah. Melukis dapat membuat seseorang merasa rileks. Mereka mampu
mengubah stress tersebut ke dalam bentuk warna dan gambar.
Sementara mereka meninggalkan dunia yang penuh kekhawatiran dan ketakutan,
mereka kemudian masuk ke dunia yang menyenangkan. Menurunkan stress dapat
mengurangi risiko penyakit psikis.
4.
Mobilitas
Belajar memegang kuas atau
pensil dapat menolong kita dalam mengatur gerakan tangan, serta menstimulasi
koneksi otak kita di waktu yang bersamaan, sehingga dapat meningkatkan
kemampuan koordinasi. Melukis juga menolong orang-orang lanjut usia dalam memperkuat
kemampuan motorik mereka.
5.
Meningkatkan kecerdasan emosional
Emosi adalah bagian dari
dunia kreatif yang kita miliki. Melalui melukis kita dapat mengalirkan emosi
kita, sehingga membantu untuk menghasilkan harmoni antara hati dan pikiran yang
akan membawa kita pada perasaan bahagia, cinta, empati, dan kedamaian. Dalam
kondisi yang sedang kacau, visualisasi dan relaksasi yang didapatkan dari
melukis adalah suatu alat untuk mengatur emosional, energi, dan kehidupan
spiritual.
6.
Meningkatkan kepercayaan diri
Mengetahui hasil kerja keras
kita memliki hasil yang baik, dapat membuat diri kita senang dan merasa lebih
baik dalam menyelesaikan lukisan kita. Sehingga, dapat menstimulasi rasa
kepercayaan diri kita. Mendapatkan respon yang positif dari orang-orang yang
melihat lukisan kita juga dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri kita.
7.
Meningkatkan kemampuan mengingat
Di sisi lain, manfaat
kesehatan dari melukis juga dirasakan oleh orang yang mengalami penyakit
Alzheimer. Meskipun, mereka memilki masalah pada ingatan mereka, melukis dapat
membantu mereka dalam meningkatkan kemampuan mengingat atau memanggil kembali
ingatan. Dengan melukis penderita Alzheimer dilatih untuk meningkatkan
ketajaman dalam berimajinasi dan berpikir.
8.
Meningkatkan kreativitas
Melukis akan menggunakan
imajinasi kita, seperti membuat suatu pemandangan, orang-orang, maupun bentuk
lainnya. Seseorang dapat melukiskan emosi dan menghasilkan gambar abstrak
sebagai outputnya. Sehingga meningkatkan kemampuan artistik yang ada pada otak kanan
kita. Selain itu, otak kiri yang biasanya dominan pada kemampuan analisis,
dapat juga terstimulasi untuk menghasilkan kreativitas.
Mengetahui hal tersebut,
melukis sangat direkomendasikan untuk anak-anak. Dibuktikan, banyak anak-anak
yang sedang mengalami perkembangan di umurnya lebih banyak memilih kegiatan
melukis. Dengan melukis, dapat mengembangkan kemampuan otak mereka, mereka akan
lebih siap dalam menyelesaikan tugas akademik. Selain itu, mereka dapat lebih
mudah dalam mendapatkan teman karena dalam melukis akan ada kegiatan sharing dengan
teman-temannya.
9.
Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah
Melukis juga dapat
meningkatkan kemampuan dalam beripikir kritis dan memecahkan masalah. Nyatanya,
melukis memungkinkan seseorang untuk menyadari bahwa terdapat banyak solusi
untuk menyelesaikan satu permasalahan. Dalam menghasilkan suatu karya,
seseorang akan dilatih untuk mengembangkan suatu teknik dimana mengubah kertas
putih menjadi suatu karya serta melatih untuk berpikir yang out of the
box.
10. Meningkatkan
kemampuan observasi
Melukis dapat meningkatkan
kemampuan observasi seseorang dengan lingkungan sekitarnya. Hal tersebut
berhubungan dengan properti melukis seperti pewarnaan, shading, dan
lainnya. Mata kita akan terlatih untuk menyesaikan sesuatu yang merumitkan
dalam menyelesaikan lukisan. Sehingga, akan meningkatkan konsentrasi otak kita.
Dengan demikian, kemampuan observasi juga akan meningkat seiring terbiasanya
diri kita untuk melukis.
11.
Menambah penghasilan
Beberapa manfaat lain dari
melukis selain manfaat bagi kesehatan, terdapat juga manfaat bagi kehidupan
pada sisi lain. Melukis juga dapat menjadi suatu aktivitas yang konvensional.
Banyak orang yang hobi melukis kemudian menjadikannya sebagai mata pencaharian
maupun penghasilan tambahan.
Wajah-wajah dalam lukisanku :
| Lukisan wajah si bungsu Regina Patrizia Stefan |
| Lukisan wajah si sulung Priska Nirmala Stefan |
![]() |
| Lukisan wajah Astri sedang tersenyum |
![]() |
| Lukisan wajah Astri sedang ngambek |
| Lukisan wajah suamiku |
| Lukisan wajahku sendiri |
Sabtu, 25 Februari 2017
My Life My Adventure
![]() |
| Pantai Aimere-Kab. Ngada |
Hidupku Petualanganku...
Blog ini akan menceritakan perjalanan
hidupku bersama keluarga, sahabat atau siapa saja yang sudah dan akan menjadi bagian dari hidupku.
Hidup ini sangat
indah, sayang bila tidak digoreskan dalam sebuah catatan istimewa yang
mungkin akan sangat berguna bagi diriku dan orang-orang yang aku kasihi di kemudian hari. Karena roda kehidupan tidak
dapat kembali kebelakang, namun akan terus berputar kedepan seiring dengan berjalannya waktu. Jangan sampai cerita indah yang pernah kita lalui selama mengembara di dunia ini hilang ditelan
waktu.
Kenangan masa lalu pun akan
kugali kembali untuk menghiasi blog sederhana ini. Akan kurajut menjadi sebuah lembaran yang sangat cantik dengan kisah masa kecil, masa remaja, dewasa dan mungkin sampai menjadi seorang oma.
Semoga Tuhan memberkati usahaku...Amin.
Semoga Tuhan memberkati usahaku...Amin.
Selasa, 15 November 2016
Video Panorama Alam Persawahan di Kabupaten Manggarai
Negeriku hadiah dari Surga...
Aku mencintai alamku Manggarai yang subur dan sangat indah membuat aku bangga menjadi orang manggarai..
dan aku pun mencintai petani-petaniku yang sudah menjadi bagian dari hidupku saat ini...
Sebuah kado sederhana di Hari Ulang Tahun belahan jiwaku:
:
Selasa, 13 September 2016
BUAH DARI KETULUSAN
KETIKA KERJA KITA TIDAK DIHARGAI...! MAKA KETIKA ITU KITA SEDANG
BELAJAR TENTANG KETULUSAN....!
"BUAH DARI KETULUSAN RASANYA MANIS"
"BUAH DARI KETULUSAN RASANYA MANIS"
Beberapa waktu yang lalu seorang wanita muda minta pertemanan
denganku. Sebelum dikofirmasi kubuka isi fb nya. Betapa terkejutnya aku
ternyata wanita itu mantan asisten rumah tanggaku. Penampilannya OK dan setelah
kami berteman diceritakan kalau penghasilannya lumayan buat diri sendiri juga
buat kirim orang tua di kampung. Tak herah melihat kesuksesannya karena selama
menjadi asisten rumah tangga kami sangat rajin dan tulus bekerja. Pertemuan di
fb membangkitkan kenangan masa lalu bersamanya.
Setiap akhir tahun aku selalu kewalahan menghadapi tumpukan
pekerjaan, sering kulanjutkan di rumah agar tidak pulang larut malam. Semakin
lengkap bebanku ketika asisten rumah tangga berhenti bekerja karena ingin ikut
saudaranya di Kalimantan. Aku sempat stres akibat kesulitan membagi waktu
menyelesaikan pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah tangga. Sebulan lamanya
rumah tanpa pembantu, walau berat harus kujalani demi suami dan anak-anak.
Ternyata ibu mertua prihatin, lalu mencari seorang pembantu dari
kampung. Melihat penampilan pembantu baru yang diantar ibu mertua membuat aku
sedikit kecewa namun berusaha berpikir positif. Yah walaupun tidak bisa kerja
yang penting ada penjaga rumah saat kami di kantor dan anak-anak di sekolah.
Ternyata benar, pembantu baru tak bisa diharapkan. Setiap hari aku tetap terjun
ke dapur untuk memasak dan setiap kali memasak aku megajarinya cara mengolah
sayur dan lauk yang sudah menjadi menu andalan keluarga kami. Berbulan-bulan
diajari, saat diuji tetap saja tak ada perubahan, sayur dan lauk yang diolah
tidak membangkitkan selera makan. Akhirnya aku harus menerima segala
kekurangannya dengan iklas.
Suatu hari aku tidak sempat nimbrung di dapur akibat tumpukan
pekerjaan, kupercayakan pembantu untuk memasak dan kebetulan sayur yang diolah
adalah sayur favorit anak-anak. Biasanya aku sendiri yang memasak karena takut
bumbunya tidak pas dan anak-anak tak mau makan. Saat akan menyantap masakannya
sempat terlintas dalam pikiran “seperti apa rasa sayurnya, pasti tidak seenak
masakkanku”. Ternyata dugaanku meleset, sayurnya enak sekali bahkan anak-anak
memuji kehebatan pembantu kami. “Mama... sayur dan lauk buatan ka Sia enak ya,
sama enak dengan masakan mama”. Mendengar pujian anak-anak Sia tersipu malu,
terpancar rasa bahagia yang amat sangat. Lalu aku menjawab “benar Sia, ternyata
kamu sudah pintar masak”. Keesokan hari aku masih belum bisa nimbrung di dapur,
kembali kupasrahkan semuanya pada Sia. Kali ini sayur yang akan diolahnya
adalah sayur kesukaanku dan biasanya sangat teliti dalam meracik bumbu agar
rasanya “makyus”. Dan lagi-lagi aku terkejut dengan hasil olahan tangannya, pas
bangaet bumbunya. Aku jadi penasaran dan bertanya “Sia, sejak kemarin masakan
kamu enak, bagaimana bisa secepat ini pintarnya?” Sia tesenyum mendengar
komentarku. “Anu bu.... saya hanya melakukan seperti yang ibu ajarkan, dulu
saya memasak dengan perasaan ragu karena takut salah sehingga rasanya kurang
enak, tapi sejak saya menyadari kebaikan ibu, bapak dan anak-anak saya
melakukan apa saja di rumah ini dengan senang termasuk memasak, mungkin karena
saya memasak dengan hati yang tulus dan riang makanya masakan jadi enak”. Saya
terharu mendengar jawabannya, yah.... benar, pekerjaan yang dilakukan dengan
tulus tanpa beban akan membuahkan hasil yang manis. Seorang pembantu yang cuma
tamat SD menyadarkan saya tentang ketulusan. “Terima kasih Sia”. Hanya itu yang
mampu kuucapkan.
Langganan:
Postingan (Atom)







